Friday, October 6, 2017

Apakah Mobil Harus Selalu Dicuci Sehabis Kena Hujan?


OtomotifPress - Indonesia mulai memasuki musim penghujan. Anda sekarang mulai harus siap-siap direpotkan dengan kegiatan mencuci mobil. Tapi, apakah iya, sehabis kena hujan, kita harus mencuci mobil?

Masalahnya waktu dan tenaga. Kebanyakan dari kita adalah sibuk kerja pagi pulang malam. Alih-alih mencuci mobil, mencari waktu istirahat pun susah, terutama untuk ”kaum” komuter kota besar yang melakukan perjalanan jauh PP rumah-kantor.


Perlu Anda ketahui sebenarnya, aktivitas mencuci mobil tak harus dilakukan setiap mobil kena hujan.

Tapi, paling tidak, ada langkah-langkah ringan agar zat asam air hujan tidak terlanjur kering dan merusak cat mobil. Soalnya kotoran atau debu yang bercampur dengan air hujan jika dibiarkan akan menimbulkan kerak, terus memudarkan warna cat.

Yang paling penting, jika lewat di dekat perairan laut yang airnya memiliki kandungan garam cukup besar, ditambah dengan polutan, karat akan mudah menyerang dalam jangka waktu yang lama. Artinya, Ardiansyah tetap menegaskan bahwa mencuci mobil setelah kena hujan adalah wajib. Tapi, ada siasatnya.

Kalau tiap hari nyuci bisa kecapekan. Dibawa ke tukang cuci tiap hari juga berat di ongkos. Cara gampangnya, bilas saja dulu dengan air biasa, lakukan penyemprotan dengan tekanan yang lebih untuk merontokkan kotoran.

Setelah yakin kotoran rontok, biarkan setengah kering, lalu segera lap dengan kain mikrofiber atau lap lembut, karena saat basah, kondisi cat biasanya lebih lunak dan mudah tergores.

Soal mencuci mobil dengan sabun, bisa dilakukan tiga hari sekali atau seminggu sekali. Karena bagaimanapun juga, mencuci tanpa sabun atau sampo tak bisa membersihkan kotoran dengan sempurna.

Tolong bagikan info ini ke teman, kerabat, dan keluarga Anda.

Back To Top